Sabtu, 11 Januari 2014

KUKAR SEHAT
UU Nomor:  23 Tahun 1992 tentang Kesehatan
UU Nomor : 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
UU Nomor:  25 Tahun 2004 Sistem Perencanaan PembangunanNasional
Peraturan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor : 34 Tahun 2005 dan Nomor : 1138/MENKES/PB/VIII/2005 tentang PENYELENGGARAAN KABUPATEN/KOTA SEHAT.
5. Surat Keputusan Bupati nomor 637/SK-Bup/HK/2013. 
Organisasi ini  bertugas membentuk dan membina forum komunikasi desa atau kelurahan dan kelompok kerja, melaksanakan sosialisasi pembangunan kesehatan mulai tingkat kabupaten hingga desa. Kemudian mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan yang akan dilaksanakan masyarakat, pe-merintah dan unsurnon pemerintah agar dapat dilaksankan efektif dan efisien.
FKS juga bertugas untuk promosi dan komunikasi perubahaan perilaku sehat, melakukan pertemuan secara berkala tiap tiga bulan sekali untuk membahas perkembangan dan permasalahan.

     tatanan dalam upaya mewujudkan Kabupaten Sehat, 
1. permukiman (sarana/prasarana sehat), 
2.  sarana lalu lintas tertib, dan 
3. pelayanan transportasi sehat, tatanan industri dan 
4. perkantoran sehat.
5.  kawasan pariwisata sehat, 
6,  pertambangan sehat, 
7.  hutan sehat, 
8. kehidupan masyarakat sehat mandiri, 
9.ketahanan pangan dan  gizi, serta kehidupan sosial sehat.
PENGERTIAN :
Kabupaten/Kota Sehat adalah suatu kondisi kabupaten/kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni penduduk yang dicapai melalui terselenggaranya penerapan beberapa tatanan dan kegiatan yang terintegrasi yang disepakati masyarakat dan pemerintah daerah.
Penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dilakukan melalui berbagai kegiatan dengan memberdayakan masyarakat yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten/Kota. Untuk mewujudkannya  dilaksanakan melalui FORUM” atau dengan memfungsikan lembaga masyarakat yang ada. Forum tersebut disebut FORUM KABUPATEN/KOTA SEHAT” atau sebutan lain yang serupa sampai tingkat kecamatan dan desa.
Tatanan : adalah sasaran kegiatan Program Kabupaten Sehat yang sesuai dengan potensi dan permasalahan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten.
Kawasan sehat : adalah kondisi wilayah tertentu yang bersih, nyaman, aman dan sehat bagi pekerja dan masyarakat dikawasan tersebut dengan mengoptimalkan potensi masyarakat dan pekerja, melalui pemberdayaan pelaku pembangunan yang terkait, difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan wilayah.
Desa sehat adalah suatu upaya untuk menyehatkan kondisi pedesaan yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya dengan mengoptimalkan potensi masyarakat , melalui pemberdayaan kelompok kerja masyarakat , difasilitasi oleh sektor terkait dan sinkron dengan perencanaan wilayah.
Forum Kabupaten/Kota adalah wadah bagi masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya dan berpatisipasi turut menentukan arah, prioritas, perencanaan pembangunan wilayahnya yang mengintegrasikan berbagai aspek sehingga dapat mewujudkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni oleh warganya.
Untuk mendukung kinerja forum, dibentuk TIM PEMBINA KABUPATEN/KOTA SEHAT” untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat sesuai dengan arah pembangunan daerah, yang dikoordinasikan oleh Kepala Badan Perencanaan Daerah dengan anggota dari instansi terkait yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati/Walikota.
Forum Komunikasi Desa Sehat adalah wadah bagi masyarakat di kecamatan kabupaten untuk mengkoordinasikan, mengintegrasikan, mensinkronkan dan mensimplikasikan prioritas, perencanaan antara desa satu dengan desa lainnya diwilayah kecamatan yang dilakukan oleh masing-masing Pokja Desa Sehat mewujutkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni warganya.
Kelompok Kerja (pokja) adalah wadah bagi masyarakat desa / kelurahan di kecamatan perkotaan / di pedesaan atau yang bergerak dibidang usaha ekonomi, sosial dan budaya dan kesehatan untuk menyalurkan aspirasinya dan berpartisipasi kegiatan yang disepakati mereka sehingga dapat mewujutkan wilayah yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan bekerja.
TUJUAN :
Tercapainya kondisi Kabupaten/Kota yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan sebagai tempat untuk bekerja dan berkarya bagi warganya dengan terlaksananya berbagai program pembangunan berwawasan kesehatan, sehingga dapat maningkatkan sarana, produktivitas dan perekonomian masyarakat .


SASARAN
Terlaksananya program kesehatan dan sektor terkait yang sinkron dengan kebutuhan masyarakat, melalui perberdayaan forum yang disepakati masyarakat.
Terbentuknya forum masyarakat yang mampu menjalin kerjasama antar masyarakat, pemerintah kabupaten dan pihak swasta, serta dapat menampung aspirasi masyarakat dan kebijakan pemerintah secara seimbang dan berkelanjutan dalam mewujutkan sinergi pembangunan yang baik.
Terselenggaranya upaya peningkatan lingkungan fisik, sosial dan budaya serta perilaku dan pelayanan kesehatan yang dilaksanakan secara adil, merata dan terjangkau dengan memaksimalkan seluruh potensi sumber daya di kabupaten tersebut secara mandiri.
Terwujutnya kondisi yang kondusif bagi masyarakat untuk menigkatkan produktifitas dan ekonomi wilayah dan masyarakatnya sehingga mampu meningkatkan kehidupan dan penghidupan masyarakat menjadi lebih baik
KEBIJAKAN
Menyelenggarakan semua program kesehatan dalam rangka mengatasi permasalahan kesehatan di daerah.
Pelaksanaan program kesehatan tidak terbatas pada standar pelayanan minimal akan tetapi semua program yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan program-program kesehatan dilaksanakan dengan memperhatikan aspirasi dari masyarakat melalui forum di Kabupaten/Kota, Forum Komonikasi di Kecamatan, Desa/Kelurahan Sehat atau Kawasan Sehat tertentu dan Pokja di Desa/Kelurahan.
Memanfaatkan kawasan potensial, sebagai pintu masuk (entry point), dimulai dengan kegiatan sederhana yang disepakati masyarakat dan terintegrasikan dengan kegiatan sektor/instansi.
Mengutamakan proses dari pada target, berjalan terus menerus, dimulai dengan kegiatan perioritas dalam satu tatanan kawasan, dan dicapai dalam waktu yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dan semua pelaku pembangunan yang mendukung.
Pemerintah daerah bersama-sama dengan forum menetapkan pilihan tatanan, kegiatan serta jenis dan besaran indikatornya.
Pemerintah daerah memfasilitasi kegiatan yang menjadi pilihan masyarakat, termasuk penggalian sumber daya masyarakat yang diperlukan.
Penyelenggaraan Kab./Kota Sehat diwujudkan dengan menyelenggarakan semua program yang menjadi permasalahan di daerah, secara bertahap, dimulai kegiatan prioritas bagi masyarakat di sejumlah kecamatan pada sejumlah desa/kelurahan atau bidang usaha yang bersifat sosial ekonomi dan budaya di kawasan tertentu.
Pelaksanaan Kab./Kota sehat dilaksanakan dengan menempatkan masyarakat sebagai pelaku pembangunan dengan melalui pembentukan Forum yang disepakati masy. Dengan dukungan pemerintah daerah dan mendapatkan fasilitasi dari sektor/instansi terkait melalui program yang telah direncanakan.
10 Setiap kabupaten/kota menetapkan kawasan potensial sebagai entry point” yang dimulai dengan kegiatan sederhana yang disepakati masyarakat, kemudian berkembang dalam suatu kawasan atau aspek yang lebih luas.
11 Penyelenggaraan Kab./kota sehat lebih mengutamakan proses dari pada target, berjalan terus-menerus dimulai dengan kegiatan prioritas dalam suatu tatanan kawasan dan dicapai dalam waktu yang sesuai dengan kemampuan masyarakat dan semua stakeholder yang mendukung
11 Kesepakatan tentang pilihan tatanan kabupaten/kota sehat dengan kegiatan yang menjadi pilihan serta jenis dan besaran indikatornya ditetapkan oleh forum bersama-sama dengan pemerintah daerah.
11 Program-program yang belum menjadi pilihan masy. diselenggarakan secara rutin oleh masing-masing sektor dan secara bertahap program-program tsb disosialisasikan secara intensif kepada masyarakat dan sektor/instansi terkait melalui pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan oleh forum kabupaten/kota sehat.
11 Pelaksanaan kegiatan kabupaten/kota sehat sepenuhnya dibiayai dan dilaksanakan oleh daerah yang bersangkutan dan masyarakat dengan menggunakan mekanisme pendekatan konsep pemberdayaan masyarakat dari, oleh dan untuk masyarakat.
11 Evaluasi kegiatan kabupaten/kota sehat dilakukan oleh forum dan pokja kabupaten/kota sehat bersama-sama pemerintah daerah, LSM, perguruan tinggi, media massa selaku pelaku pembangunan.

TATANAN KABUPATEN/KOTA SEHAT
Tatanan dan sasaran Kabupaten Sehat sesuai dengan potensi dan permasalahan pada masing-masing kecamatan di Kabupaten, dikelompokkan dalam 9 tatanan berdasarkan tatanan/kawasan dan permasalahan khusus sebagai berikut :
12 Tatanan Permukiman, Sarana dan Prasarana Sehat
13 Tatanan Sarana Lalu Lintas Tertib & Pelayanan Transportasi sehat
14 Tatanan Industri & Perkantoran yang Sehat
15 Tatanan Kawasan Pariwisata Sehat
16 Tatanan Pertambangan Sehat
17 Tatanan Hutan Sehat
18 Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri
19 Tatanan Ketahanan Pangan dan Gizi
20 Tatanan  Kehidupan Sosial yang Sehat.
Dinas/Instansi/lembaga koordinator menjadi penanggung jawab pada tiap-tiap tatanan, dengan beranggotakan dinas/lembaga lainnya yang mempunyai peran dan fungsi untuk mewujudkan tatanan tersebut menjadi tatanan sehat.
Ciri-Ciri Kabupaten/Kota Sehat
21 Pendekatan sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
22 Berasal dari kebutuhan masyarakat, dikelola oleh masayarakat, sedangkan pemerintah sebagai fasilitator
23 Mengutamakan pendekatan proses daripada target, tidak mempunyai batas waktu, berkembang sesuai sasaran yang diinginkan masyarakat yang dicapai secara bertahap.
24 Penyelenggaraan kegiatan didasarkan kesepakatan dari masyarakat (Toma, LSM setempat) bersama Pemkab
25 Pendekatannya juga merupakan master plan Kota.
26 Pemkab merupakan partner kunci yang melaksanakan kegiatan
27 Kegiatan tersebut dicapai melalui proses dan komitmen pimpinan daerah, kegiatan inovatif dari berbagai sektor yang dilakukan melalui partisipasi masyarakat dan kerjasama
28 Dalam pelaksanaan kegiatan harus terintegrasi kondisi fisik, ekonomi, dan budaya setempat
Strategi
Melibatkan semua potensi yang ada di masy. dalam forum & pokja, sebagai penggerak kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan.
Forum didampingi oleh sektor tehnis sesuai dengan potensi kawasan sehat melakukan advokasi kpd penentu kebijakan
Mengembangkan kegiatan kab./kota sehat yang sesuai dengann visi dan misi potensi daerah dengann berbagai simbol/moto, semboyan yang dipahami & memberikan rasa kebanggaan bagi warganya.
Mengembangkan informasi dan promosi yang tepat sesuai dengan kondisi setempat baik berupa media cetak, elektronik termasuk melalui internet, media tradisional.
Meningkatkan potensi ekonomi daerah/wilayah dengan kegiatan yang menjadi kesepakatan masyarakat.
Menjalin kerjasama antara forum kab./kota yang melaksanakan program kabupaten/kota sehat.
Komponen yang harus ada pada program Kota / Kab. Sehat antra lain :
Tim Pembina Tehnis Kabupaten (Tingkat Kabupaten).
Forum Kabupaten/Kota Sehat (Tingkat Kabupaten)
Forum Komunikasi Desa/Kelurahan Sehat (Tk. Kecamatan)
Kelompok Kerja (Tk. Desa/Kelurahan)
Peran PKK pada program Kota /Kab.Sehat adalah pemberdayaan masyarakat pada tatanan yang dipilih oleh Forum antra lain :
Kawasan Permukinan Sarana dan Prasarana Sehat
Kehidupan Masyarakat yang Sehat Mandiri
Ketahanan Pangan dan Gizi
Kehidupan Sosial yang Sehat
Kawasan Pariwisata Sehat
Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat
Klasifikasi dan Kriteria Penghargaan Kab/Kota Sehat
Klasifikasi Kab/Kota Sehat : Pemantapan, Pembinaan, dan Pengembangan
Klasifikasi ditentukan berdasarkan jumlah tatanan yang dipilih
Kriteria tatanan
Kegiatan dalam tatanan
Berfungsinya Forum Kabupaten Sehat, FKDS, dan Pokja tingkat Desa
Berfungsinya Tim Teknis Kabupaten
Sedangkan jenis penghargaan diklasifikasikan sebagai berikut :
Penghargaan PADAPA (Pemantapan) Minmal 2 tatanan
Penghargaan WIWERDA (Pembinaan) 3 – 4 tatanan
Penghargaan WISTARA (Pengembangan) > 5 tatanan
Verifikasi Program Kabupaten Kota Sehat
Dalam rangka pemberian penghargaan terhadap program kabupaten/Kota Sehat dilakukan pemberian penghargaan setiap 2 tahun sekali. Dasar pelaksanaan penghargaan ini antra lain tercantum pada BAB V pasal 11 dijelaskan bahwa penghargaan Kab/ Kota Sehat Tingkat Nasional dilaksanakan setiap 2 tahun sekali. Dalam selang waktu tersebut dilaksanakan seleksi thd kab/ kota oleh tim Seleksi Kab/ Kota Sehat tingkat Propinsi. Selanjutnya pengiriman hasil seleksi Kab/Kota Sehat oleh Tim Penilai Tingkat Propinsi ke Pusat (dengan melampirkan formulir penilaian dan dokumen pendukung) sesuai pedoman verifikasi. 
Tim Penilai Kab/Kota Sehat Tkt Pusat menseleksi administrasi 
Tim Penilai tkt Pusat ke daerah utk mengklarifikasi / verifikasi 
Penetapan calon penerima penghargaan oleh tim pusat 
Pengiriman calon pemenang kab/ kota sehat ke Mendagri utk mendapat rekomendasi/ persetujuan (
Pengesahan Penenang Kab/ Kota sehat oleh Menkes 
Pemberian penghargaan SWASTI SABA 
Sedangkan variabel yang diverifikasi
Cakupan Pelaksanaan (Tatanan, Kecamatan, Desa/Kel)
Prestasi Daerah (penghargaan-penghargaan yang sudah diperoleh)
Aktifitas TIM PEMBINA
Aktifitas FORUM
Aktifitas FORKOM DESA/ KEL
Aktifitas POKJA DESA
HASIL KEGIATAN
Indikator Program Kabuppaten/Kota Sehat sesuai Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Nomor : 34 Tahun 2005 Nomor : 1138/Menkes/PB/VIII/2005 tentang Penyelenggaraan Kabupaten/Kota sehat, 

PENGHARGAAN
Kabupaten / Kota Sehat setiap 2 tahun diadakan penilaian dan diberikan penghargaan SWASTI SABA” dari Presiden Republik Indonesia yang diklasifikasikan menjadi 3 katagori :
29 Penghargaan PADAPA, jika mengikuti penilaian minimal 2 tatanan
30 Penghargaan WIWERDA, jika  mengikuti penilaian 3 – 4 tatanan
31 Penghargaan WISTARA, jika mengikuti lebih dari 5 tatanan atau lebih dan penghargaan  disampaikan langsung oleh Bapak Presiden kepada Bupati Kepala Daerah.
Penghargaan SWASTI SABA” diklasifikasikan atas 3 katagori :
Penghargaan PADAPA (Pemantapan) dari MENKES
Penghargaan WIWERDA (Pembinaan) dari MENKES
Penghargaan WISTARA (Pengembangan) dari PRESIDEN
Penghargaan WISTARA” diberikan pada taraf pengembangan :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar